Jumat, 14 September 2012

Peranan Fisiologi Tumbuhan Serta struktur dan fungsi sel

BAB 1
PENDAHULUAN
a.       Latar belakang Masalah
Tumbuhan adalah  makhluk hidup yang paling penting di permukaan bumi, karena tumbuhan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, karena penghasil energi terbanyak, dan sumber makanan , bahkan penghasil minyak bumi dari sisi-sisa fosil yang terbentuk ratusan tahaun yang lalu.
Fisiologi tumbuhan merupakan salah satu cabang biologi yang mempelajari tentang proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh tumbuhan yang menyebabkan tumbuhan tersebut dapat hidup. Selanjutnya menurut Dardjat (1996: 01), “Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari proses, fungsi dan aktivitas suatu organisme dalam menjaga dan mengatur kehidupannya.”
Dengan mempelajari fisiologi tumbuhan, kita akan dapat lebih memahami bagaimana sinar matahari dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk menghasikan karbohidrat dari bahan baku anorganik berupa air dan karbondioksida, tumbuhan membutuhkan banyak air, biji berkecambah, tumbuhan layu jika kekeringan dan berbagai macam gejala lainnya yang ditampakkan oleh tumbuhan (Annonimus, 2009).


STRUKTUR SEL PADA TUMBUHAN


Penelitian menunjukkan bahwa satuan unit terkecil dari kehidupan adalah sel. Kata sel itu sendiri dikemukakan oleh Robert Hooke yang berarti kotak-kotak kosong, setelah ia mengamati sayatan gabus dengan mikroskop.
Selanjutnya disimpulkan bahwa sel terdiri dari kesatuan zat yang dinamakan Protoplasma. Istilah protoplasma pertama kali dipakai oleh Johannes Purkinje menurut Johannes Purkinje protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu Sitoplasma dan Nukleoplasma. Robert Brown mengemukakan bahwa Nukleus (inti sel) adalah bagian yang memegang peranan penting dalam sel. Rudolf Virchow mengemukakan sel itu berasal dari sel (Omnis Cellula E Cellula).
Selanjutnya Dardjat (1996:07) menyatakan bahwa, “ Sel merupakan unit terkecil dari suatu kehidupan. Dialam ini kita dapat membagi sel ke dalam dua kelompok yaitu sel-sel prokariota dan sel-sel eukariota. Istilah prokariota berarti “sebelum inti” dan bukan berarti tanpa inti, jadi sel prokariota meskipun tanpa inti yang jelas, tetapi mereka memiliki materi inti.”

B . Permasalahan
1.      Apakah peranan Fisisologi tumbuhan bagi kehidupan
2.      Apakah sel tumbuhan dan apakah fungsinya

C. Tujuan Pembahasan
Dengan membahahas makalah peranan fisiologi tumbuhan dan struktur sel dan fungsinya dapat memahami peranannya bagi kehidupan dan bagaimana cara kerja sel beserta fungsi setiap organel sel








Selanjutnya team Dosen (2008) menjelaskan bahwa, “Fisiologi tumbuhan adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang bentuk fisik maupun metabolisme sel tumbuhan, dimana baik itu kegiatan intrasel maupun ekstrasel, dalam hal ini keseluruhan materi fisiologi tumbuhan mencakup sel dan jaringan pada tumbuhan, termasuk kegiatan fotosintesis, respirasi, food supply, dan sebagainya.”
Pada dasarnya gejala gejala yang ditampakkan oleh tumbuhan dapat di jelaskan berdasarkan prinsip kimia dan fisika. Beberapa proses metabolisme telah dapat dijelaskan secara rinci tentang prinsip prinsip kimia dan fisika yang terlibat, dimana penjelasan ini telah dapat diterima oleh para ahli fisiologi tumbuhan. dengan meyakini bahwa bahwa setiap proses metabolisme pada tumbuhan dapat dijelaskan secara kimia dan fisika, maka jelas bahwa pengetahuan dasar tentang prinsip-prinsip kimia dan fisika merupakan bekal utama untuk mengkaji secara mendalam setiap fenomena fisiologi tumbuhan.

























BAB II
A.    TINJAUAN PUSTAKA
1.      Peranan Fisisologi Tumbuhan

Menurut Salisbury (1995:01), “Fisiologi tumbuhan sebenarnya merupakan terapan dari fisika dan kimia modern untuk memahami tumbuhan. Untuk itulah maka kemajuan dalam fisiologi tumbuhan hampir seluruhnya bergantung pada kemajuan di bidang ilmu fisika dan kimia.”
Organisme yang menjadi sasaran dalam kajian fisiologi tumbuhan meliputi semua jenis tumbuhan, dari tumbuhan satu sel seperti halnya bakteri hingga pada tumbuhan tingkat tinggi. Bila dikaitkan dengan 5 kelompok organisme berdasarkan klasifikasi yang baku, maka fisiologi tumbuhan mengkaji tentang metabolisme pada organisme yang tergolong monera, sebagian protista (yakni beberapa jenis ganggang dan lumut), fungi (jamur), dan plantae. Walaupun demikian pada kenyataannya yang menjadi sasaran utama ahli fisiologi tumbuhan adalah organisme dari kelompok plantae, terutama ganggang hijau, tumbuhan berdaun jarum, monokotil dan dikotil.


Selanjutnya team Dosen (2008) menjelaskan bahwa, “Fisiologi tumbuhan adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang bentuk fisik maupun metabolisme sel tumbuhan, dimana baik itu kegiatan intrasel maupun ekstrasel, dalam hal ini keseluruhan materi fisiologi tumbuhan mencakup sel dan jaringan pada tumbuhan, termasuk kegiatan fotosintesis, respirasi, food supply, dan sebagainya.”
Pada dasarnya gejala gejala yang ditampakkan oleh tumbuhan dapat di jelaskan berdasarkan prinsip kimia dan fisika. Beberapa proses metabolisme telah dapat dijelaskan secara rinci tentang prinsip prinsip kimia dan fisika yang terlibat, dimana penjelasan ini telah dapat diterima oleh para ahli fisiologi tumbuhan. dengan meyakini bahwa bahwa setiap proses metabolisme pada tumbuhan dapat dijelaskan secara kimia dan fisika, maka jelas bahwa pengetahuan dasar tentang prinsip-prinsip kimia dan fisika merupakan bekal utama untuk mengkaji secara mendalam setiap fenomena fisiologi tumbuhan.
B.     Peran fisiologi tumbuhan
Sumber sandang
2. Pemanfaatan Sumber Daya Alam Nabati

a. Sebagian besar sumber daya pangan, beraal dari tanaman budi daya. Tanaman yang kita manfaatkan sebagai sumber karbohidrat ialah padi, jagung, ubi, ubi kayu dan ubi-ubi lain, seperti gadung kerut, dan ganyong. Yang kita manfaatkan sebagai sumber lemak ialah kelapa, kelapa sawit, dan kacang tanah. Sedangkan yang kita manfaatkan sebagai sumber protein adalah kedelai, kacang hijau, serta jenis kacang-kacangan lainnya. Sayur dan buah-buahan kita manfaatkan sebagai sumber vitamin dan mineral.
b. Tumbuhan juga kita manfaatkan sebagai sumber sandang, misalnya kapas, serat sisal, dan serat haramay. Selain sebagai sumber sandang, tanaman yang menghasilkan serat ini juga kita manfaatkan untuk pembuatan karung goni dan bahan pembungkus lainnya.
c. Beberapa jenis tanaman, dimanfaatkn manusia sebagai sumber minyak atsiri, antara lain cengkeh, serih, tengkawang, kayu putih, dan kananga. Tanaman ini sebagian sudah dibudidayakan, tetapi sebagian lain masih tumbuh liar dalam hutan. Prospek ekonomi hasil hutan sangat menarik, sehingga hutan dijadikan sumber daya alam yang sangat penting.
d. Berbagai jenis tanaman, dimanfaatkan manusia sebagai tanaman hias, yang menyemarakkan kehidupan manusia, dan juga meningkatkan nilai budaya. Tanaman yang mempunyai potensi tinggi sebagai tanaman hias adalah anggrek, di samping berbagi jenis tanaman hias lainnya.
e. Berbagai jenis kayu, telah dimanfaatkan sebagai bahan baku mebel, seperti kayu jati yang telah banyak dibudidayakan, serta kayu dari huta, seperti meranti, rasamala, rotan, bambu, dan kayu jenis lainnya. Kayu hutan ini sebagian diekspor dalam bentuk kayu lapis.
f. Berbagai jenis tumbuhan sebagai sumber obat-obatan, yang lebih dikenal dengan apotik hidup. Kumis kucing, jahe, kencur, kunyit, temu lawak, dan beberapa jenis tanaman lainnya merupakan bahan dasar untuk membuat obat tradisional.
g. Untuk keperluan industri, orang membudidayakan beberapa jenis tanaman secara luas dalam bentuk perkebunan. Tanaman budi daya industri, antara lain the, kopi, tebu, tembakau, lada, gambir, dan vanila. Tanaman ini merupakan komoditas ekspor penting yang menghasilkan devisa negara.

3. Pemanfaatan Sumber Daya Alam Hewani

a. Sumber daya alam hewani juga dimanfaatkan sebagai sumber pangan dan sumber sandang. Pakaian manusia, sebagian dibuat dan dihias dengan bulu atau kulit hewan. Misalnya, bulu beruang kutub untuk mantel, kulit buaya, kulit sapi sebagai bahan pembuat tas, sepatu, dan perlengkapan lainnya.
b. Dalam kaitannya dengan benda-benda budaya, hewan dimanfaatkan sebagai benda-benda hasil seni dan nilai budaya manusia. Misalnya, lokan disusun dan dirangkai menjadi benda-benda perhiasan selain itu, hewan-hewan yang bulunya indah diawetkan sebagai hiasan rumah.
c. Sumber daya alam hayati juga dimanfaatkan dalam meningkatkan nilai kehidupan dan nilai budaya manusia. Bentuk dan cara hidup hewan dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi untuk menciptakan hasil karya dan hasil cipta manusia. Misalnya, bentuk kapal selam menyerupai ikan yang sedang menyelam, bentuk sayap dan cara burung terbang memberikan inspirasi pengembangan industri pesawat terbang, sedangkan kicau burung memberikan inspirasi untuk menciptakan lagu.
4. Pemanfaatan Sumber Daya Alam Barang Tambang
Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33, Ayat 3 menyatakan, “Bumi, air, dan kekeyaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.
Berdasarkan ayat di atas, segala sesuatu yang terkandung di dalam bumi Indonesia, termasuk barang tambang, dikuasai oleh negara.
Barang tambang di Indonesia terdapat di darat dan di laut. Untuk mengolah barang tambang tersebut diperlukan banyak modal, tenaga ahli, dan teknologi tinggi. Kekeyaan alam yang terkandung di bumi Indonesia dapat dikelola oleh pihak swasta maupun asing asalkan telah mendapat izin dari pemerintah (konsesi). Biasaya, pengaturan dibagikan dengan sistem bagi hasil.
Usaha pertambangan didahului dengan penyelidikan (eksplorasi) untuk mengetahui jumlah cadangan barang tambang yang tersedia. Setelah itu, baru diusahakan (eksplotasi) atau diambil hasilnya.
Pertambangan secara besar-besaran di Indonesia dengan menggunakan peralatan modern, terutama dilaksanakan untuk bahan tambang penghasil energi dan mineral logam. Usaha pertambangan dan bahan galian dalam pembangunan Indonesia mempunyai peranan sebagai berikut.
a. Menambah pendapatan negara karena bahan tambang dapat diekspor ke luar negeri.
b. Memperluas lapangan kerja.
c. Memajukan bidang transportasi dan komunikasi.
d. Memajukan industru dalam negeri.




Usaha pertambangan memerlukan perencanaan yang baik sebab:
a. Harus menyelaraskan dengan usaha menjaga kelestarian lingkungan hidup.
b. Memerlukan modal besar, tenaga ahli yang terampil, dan teknologi yang memadai.

Pemanfaatan sumber daya alam barang tambang adalah sebagai berikut.
a. Minyak bumi bumi digunaka untuk penerangan rumah, tenaga penggerak mesin pabrik, dan untuk bahan bakar kendaraan bermotor (bensin dan solar).
b. Gas alam digunakan untuk bahan rumah tangga dan industri.
c. Batubara digunakan untuk bahan bakar pemberi tenaga dan bahan mentah untuk cat, obat-obatan, wangi-wangian, dan bahan peledak.
d. Tanah liat untuk bahan membuat gerabah dan bata.
e. Kaolin untuk bahan pembuat porselin.
f. Gamping sebagai bahan perekat bangunan, bahan membuat semen, dan untuk mengapur dinding.
g. Pasir kuarsa sebagai bahan untuk membuat kaca.
h. Pasir besi sebagai bahan untuk membuat besi tuang.
i. Marmer digunakan untuk lantai dan hiasan dinding.
j. Batu aji digunakan untuk perhiasan.
k. Alumunium merupakan logam ringan dan kuat yang digunakan untuk industri kapal terbang, mobil, mesin-mesin, dan alat-alat rumah tangga.
l. Timah sebagai bahan pembuat pipa ledeng, logam patri, dan kawat telepon.
m. Nikel digunakan untuk bahan campuran dalam industri besi baja agar kuat dan tahan karat.
n. Tembaga digunakan untuk bahan kabel dan industri barang-barang perunggu dan kuningan.





PROSES SIKLUS HIDROLOGI

Sama seperti proses fotosintesis pada siklus karbon, matahari juga berperan penting dalam siklus hidrologi. Matahari merupakan sumber energi yang mendorong siklus air, memanaskan air dalam samudra dan laut. Akibat pemanasan ini, air menguap sebagai uap air ke udara. 90 % air yang menguap berasal dari lautan. Es dan salju juga dapat menyublim dan langsung menjadi uap air. Selain itu semua, juga terjadi evapotranspirasi air terjadi dari tanaman dan menguap dari tanah yang menambah jumlah air yang memasuki atmosfer.

Setelah air tadi menjadi uap air, Arus udara naik mengambil uap air agar bergerak naik sampai ke atmosfir. Semakin tinggi suatu tempat, suhu udaranya akan semakin rendah. Nantinya suhu dingin di atmosfer menyebabkan uap air mengembun menjadi awan. Untuk kasus tertentu, uap air berkondensasi di permukaan bumi dan membentuk kabut.

Arus udara (angin) membawa uap air bergerak di seluruh dunia. Banyak proses meteorologi terjadi pada bagian ini. Partikel awan bertabrakan, tumbuh, dan air jatuh dari langit sebagai presipitasi. Beberapa presipitasi jatuh sebagai salju atau hail, sleet, dan dapat terakumulasi sebagai es dan gletser, yang dapat menyimpan air beku untuk ribuan tahun. Snowpack (salju padat) dapat mencair dan meleleh, dan air mencair mengalir di atas tanah sebagai snowmelt (salju yang mencair). Sebagian besar air jatuh ke permukaan dan kembali ke laut atau ke tanah sebagai hujan, dimana air mengalir di atas tanah sebagai limpasan permukaan. 

Sebagian dari limpasan masuk sungai, got, kali, lembah, dan lain-lain. Semua aliran itu bergerak menuju lautan. sebagian limpasan menjadi air tanah disimpan sebagai air tawar di danau. Tidak semua limpasan mengalir ke sungai, banyak yang meresap ke dalam tanah sebagai infiltrasi. Infiltrat air jauh ke dalam tanah dan mengisi ulang akuifer, yang merupakan toko air tawar untuk jangka waktu yang lama. Sebagian infiltrasi tetap dekat dengan permukaan tanah dan bisa merembes kembali ke permukaan badan air (dan laut) sebagai debit air tanah. Beberapa tanah menemukan bukaan di permukaan tanah dan keluar sebagai mata air air tawar. Seiring waktu, air kembali ke laut, di mana siklus hidrologi kita mulai.

PERAN DALAM SIKLUS BIOGEOKIMIA
Selain siklus hidrologi adalah siklus biogeokimia sendiri, aliran air di atas dan di bawah bumi adalah komponen kunci dari perputaran siklus biogeokimia lainnya. Limpasan bertanggung jawab untuk hampir semua transportasi sedimen terkikis dan fosfor dari darat ke badan air. Salinitas lautan berasal dari erosi dan transportasi garam terlarut dari tanah. Eutrofikasi danau terutama disebabkan fosfor, diterapkan lebih untuk bidang pertanian di pupuk, dan kemudian diangkut sungai darat dan bawah. Limpasan dan aliran air tanah memainkan peran penting dalam pengangkutan nitrogen dari tanah ke badan air. Zona mati di outlet Sungai Mississippi merupakan konsekuensi dari nitrat dari pupuk terbawa bidang pertanian dan disalurkan ke sistem sungai ke Teluk Meksiko. Limpasan juga memainkan peran dalam siklus karbon, sekali lagi melalui pengangkutan batu terkikis dan tanah.



2.      Struktur dan Fungsi sel Pada Tumbuhan


Penelitian menunjukkan bahwa satuan unit terkecil dari kehidupan adalah sel. Kata sel itu sendiri dikemukakan oleh Robert Hooke yang berarti kotak-kotak kosong, setelah ia mengamati sayatan gabus dengan mikroskop.
Selanjutnya disimpulkan bahwa sel terdiri dari kesatuan zat yang dinamakan Protoplasma. Istilah protoplasma pertama kali dipakai oleh Johannes Purkinje menurut Johannes Purkinje protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu Sitoplasma dan Nukleoplasma. Robert Brown mengemukakan bahwa Nukleus (inti sel) adalah bagian yang memegang peranan penting dalam sel. Rudolf Virchow mengemukakan sel itu berasal dari sel (Omnis Cellula E Cellula).
Selanjutnya Dardjat (1996:07) menyatakan bahwa, “ Sel merupakan unit terkecil dari suatu kehidupan. Dialam ini kita dapat membagi sel ke dalam dua kelompok yaitu sel-sel prokariota dan sel-sel eukariota. Istilah prokariota berarti “sebelum inti” dan bukan berarti tanpa inti, jadi sel prokariota meskipun tanpa inti yang jelas, tetapi mereka memiliki materi inti.”
Menurut Annonimus (2010), “Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma).
2. Sitoplasma dan Organel Sel.
3. Inti Sel (Nukleus)”.

1.      Selaput Plasma (Plasmalemma)
Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau Lipid dan senyawa Protein). Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam urutannya adalah:Protein – Lipid – Protein Þ Trilaminer Layer. Lemak bersifat Hidrofebik (tidak larut dalam air) sedangkan protein bersifat Hidrofilik (larut dalam air) oleh karena itu selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Semi Permeabel (teori dari Overton). Selektif permeabel berarti hanya dapat memasukkan /di lewati molekul tertentu saja.
2.      Dinding sel
Tersusun dari dua lapis senyawa Selulosa, di antara kedua lapisan selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah (Middle Lamel) yang dapat terisi oleh zat-zat penguat seperti Lignin, Chitine, Pektin, Suberine dan lain-lain. Selain itu pada dinding sel tumbuhan kadang-kadang terdapat celah yang disebut Noktah. Pada Noktah/Pit sering terdapat penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan. Dinding ini tipis dan terbentuk selagi sel sedang tumbuh. Dinding sel membungkus protoplas yang meliputi membran plasma dan semua yang ada di dalamnya.
                        Menurut Setjo (2004:20), “noktah dibentuk secara berpasangan dengan letak saling berhadapan pada sisi-sisi dinding sel yang berlawanan dan secara morfologis sering disebut pasangan noktah. Suatu noktah yang mengahadap ruang antar sel tidak memiliki noktah pasangannya dan disebut noktah buta.”


3.      Sitoplasma.
Bagian yang cair dalam sel dinamakan Sitoplasma khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel dinamakan Nukleoplasma, sedang bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu digunakan Organel Sel.
Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%). Selanjutnya Setjo (2004:22), “Sitoplasma meliputi sebagian protoplas, sitoplasmamerupakan substansi agak cair, transparan dan lebih padat daripada air. Sitoplasma berisi air (85-95%), substansi organic dan anorganik baik dalam bentuk larutan maupun koloid. Garam, karbohidrat dan substansi terlarut dalam air lainnya ditemukan pada tingkat larutan.”
4.      Organel Sel
Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup (menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).
Setjo (2004:23) menjelaskan bahwa, “Organela merupakan suatu badan/unit protoplasmic didalam sitoplasma sel yang mempunyai fungsi khusus. Sferolom tampak bebas didalam sitoplasma dan dalam sel yang hidup, organel ini mempunyai gerak yang tinggi.”
Organel Sel tersebut antara lain :
a.       Retikulum Endoplasma (R.E.)
Yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel. Dikenal dua jenis RE yaitu :
• RE. Granuler (Rough E.R)
• RE. Agranuler (Smooth E.R)
Struktur R.E. hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
b.      Ribosom (Ergastoplasma).
Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang R.E. dan ada pula yang soliter. Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel.
c.       Mitokondria (The Power House).
Struktur berbentuk seperti cerutu ini mempunyai dua lapis membran. Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan Krista.

d.      Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom).
Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa.
e.       Plastida
Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya. Dikenal tiga jenis plastid yaitu:
1.      Lekoplas (plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan), terdiri dari: Amiloplas (untuk menyimpan amilum) dan  Elaioplas Lipidoplas (untuk menyimpan lemak/minyak), Proteoplas (untuk menyimpan protein).
2.      Kloroplas yaitu plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.
3.      Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya : Karotin (kuning), Fikodanin (biru), Fikosantin (kuning), Fikoeritrin (merah).
f.        Vakuola (Rongga Sel).
Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel sel. Benda ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut Tonoplas Vakuola berisi garam-garam organic, glikosida, tanin (zat penyamak), minyak eteris (misalnya Jasmine pada melati, Roseine pada mawar Zingiberine pada jahe), alkaloid (misalnya Kafein, Kinin, Nikotin, Likopersin dan lain-lain), enzim, butir-butir pati pada beberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vakuola non kontraktil.
g.       Mikrotubulus
Berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai “rangka sel”. Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan. Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol, Flagela dan Silia.
h.       Mikrofilamen
Seperti Mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel Peroksisom (Badan Mikro) ukurannya sama seperti Lisosom. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati).

5.      Inti Sel (Nukleus).
Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu  Selaput Inti (Karioteka),  Nukleoplasma (Kariolimfa), Kromatin / Kromosom, Nukleolus (anak inti). Berdasarkan ada tidaknya selaput inti kita mengenal dua penggolongan sel yaitu  Sel Prokariotik (sel yang tidak memiliki selaput inti), misalnya dijumpai pada bakteri, ganggang biru dan Sel Eukariotik (sel yang memiliki selaput inti).


















BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
Dengan mempelajari peranan fisiologi tumbuhan, dan struktur dan fungsi sel pada tumbuhan kita dapat memahami peranan tumbuhan bagi kehidupan yaitu sebagai sumber energi, sandang, pangan papan , untuk bahan kosmetik dan obat-obatan dan merupakan daur air dan tempat-rekreasi juga merupakan peru-paru dunia.
Dengan mempelajari sruktur sel dan fungsinya  kita dapat memahami bentuk organel sel dan fungsi setiap organel sel.

3.      Saran
Disarankan oleh  penulis untuk menambah penjelasan mengenai sel dan organel-organelnya


DAFTAR PUSTAKA












1 komentar:

  1. siiph..
    mksih atas info materiy' InsyaAlloh bermanfaat u/ kita semua,, "amin"
    Mohon dtambah kembali yah supaya ilmu kita bertambah n terus bertambah :D

    BalasHapus